Kurma mengandung Vitamin A dan C, Protein (1,8-2%), Serat (2-4%), Glukosa 70%, Kalsium, Potasium, Sodium, dan zat besi.
Penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), "zat gula yang ada di dalam buah kurma berbeda dengan buah lain seperti tebu/gula pasir yang mengandung sukrosa yang harus dipecah oleh enzim untuk berubah menjadi glukosa, sebaliknya buah kurma tidak memerlukan itu."
- Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluan kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.
- Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel syaraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang lanjut usia agar kondisi kejiwaannya menjadi lebih baik.
- Bila dikonsumsi oleh anak-anak, buah kurma memberi khasiat kecerdasan otak.
- Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi zat asam seperti Kalsium dan Potasium.
- Buah kurma sangat baik untuk program diet, selain itu mengandung vitamin A yang baik untuk memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit, serta menenangkan sel-sel syaraf.
- Kurma mengandung zat gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang seimbang meskipun dalam jumlah yang serba sedikit. (Dr. Hardinsyah MS.,Direktur Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet IPB).
- Mengkonsumsi lima butir kurma setiap hari secara teratur dapat mengurangi risiko terkena stroke akut dan serangan jantung (Julien Bogousslavsky dalam buku Acute Stroke Management, USA, 2003).